gerimis pinus yang dikasih menghumus waktu dan syukur
Banyaknya rasa
Dalam gelimang nyata
Berpaut rindu
Di tujuh langit – Planet-planet berthawaf menyisir kosmos.
Menjual doa
bukan hanya sang dukun
bajingan juga
mencium tangan
topeng srigala domba
politik maling
lemparkan bola
baru wacana konon
lalu mengelak
Inilah aku
Yang terbata dan kaku
Menulis haiku
MERAPAL HAIKU INDONESIA
"The language of our thoughts and our emotions is our most valuable
asset. Multilingualism is our ally in ensuring quality education for
all, in promoting inclusion and in combating discrimination. "
"Bahasa pikiran dan emosi kita adalah aset yang paling berharga.
Multilingualisme adalah sekutu kami dalam menjamin pendidikan
berkualitas untuk semua, dalam mempromosikan inklusi dan dalam memerangi
diskriminasi." Irina Bokova, Director-General of UNESCO Message for International Mother Language Day 2012
Sebuah kehormatan bagi grup haikuKu di bawah lembaga Perkumpulan
HaikuKu Indonesia bisa bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran
Bandung dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII),
HBII ini telah dicanangkan dalam Konferensi Umum Organisasi Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan
(UNESCO) pada bulan 17 November 1999 dan ditetapkan 21 Februari sebagai
Hari Bahasa Ibu Internasional di seluruh dunia.Seperti diungkapkan Irina
Bokova, Director-General of UNESCO, seperti kutipan diatas tadi, sudah
cukup jelas apa yang diharapkan dalam peringatan HBII ini. Pada
tanggal 16 Mei 2009, Majelis Umum PBB dalam resolusi A/RES/61/266
memanggil Negara-negara Anggota untuk mempromosikan “Pelestarian dan
Perlindungan dari semua bahasa yang digunakan oleh Masyarakat Dunia”.
Dengan resolusi yang sama, Majelis Umum mencanangkan tahun 2008 sebagai
Tahun Bahasa Internasional , untuk mempromosikan “Kesatuan dalam
Keragaman dan Pemahaman Internasional, melalui Multibahasa dan
Multikultural”. Dalam peringatan HBII ini haikuKu Indonesia dan
Universitas Padjadjaran, akan menyelenggarakan acara, berupa diskusi
tentang haiku, sebagai dasar pembahasaan secara internasional, yaitu
bahasa Indonesia dalam tradisi haiku Jepang yang akan mengarah menjadi
“Indonesian Haiku”, seperti juga yang dilakukan para penyair Amerikan
menjadikan “American Haiku”. Haiku kini tidak hanya Jepang, tetapi
banyak negara mengambil haiku menjadi tradisi negaranya, baik itu di
Amerika, Eropa, Afrika, Australia, dan Asia. Di samping diskusi
tentang haiku, juga akan diselenggarakan pembacaan haiku oleh 17 haikuis
dari grup haikuKu yang diseleksi secara ketat oleh keredaksian grup
haikuKu, rencana akan dibukukan dan dibagikan dalam acara peringatan
HBII di Gedung Bale Rumawat, Universitas Padjadjaran, Jl. Dipati Ukur
Kota Bandung, pada hari Sabtu, 21 Februari 2015. Dalam acara tersebut
akan ditampilkan 2 pembicara, pertama dari haikuKu Indonesia, Hikmat
Gumelar dan Fakultas Sastra Jepang Unpad. Kami ingin bagi para anggota
haikuKu pada acara peringatan tersebut dapat hadir, bisa saja ada acara
spontanitas yang akan muncul. Kemunculan grup haikuKu, merupakan
fenomena menarik. Sejak kemunculannya, kini mulai tumbuh grup-grup haiku
lainnya. Namun konsistensi terhadap bentuk apa yang dinamakan haiku
masih belum terpahami dengan baik, baik dari bentuk puitik, pola
patronya, maupun hakikat haiku itu sebenarnya. Grup haikuKu akan
menegaskan salah satu bentuk Haiku Indonesia yang sebenarnya, tanpa
mencederai hakikat haiku itu sendiri dengan model pembaharuan yang
diharapkan. Dalam momentum peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional
inilah haikuKu Indonesia akan menunjukkan eksistensinya, bekerjasama
dengan Fakultas Sastra Jepang, Universitas Padjadjaran Bandung.